Friday, March 11, 2011
Video Tsunami Jepang 11 Maret 2011
berikut beberapa link video tsunami jepang 11 Maret 2011
semoga Indonesia amaan.. aaamiiiin
Sunday, March 6, 2011
Jadwal Acara Pekan Komunikasi 2011
Senin, 7 Maret 2011
Media Matters:
Workshop Media Literacy: “Membangun Pola Pikir Cerdas Berselancar di Internet”
Trainer: YPMA (Yayasan Pengembangan Media Anak)
Waktu/Tempat: 09.00 – 12.00/Auditorium Ged. Komunikasi FISIP UI
Seminar Komunikasi Media: “You Are The Media: Virtual Discourse, Real Action”
Pembicara: Enda Nasution (Blogger), Roby Muhammad (Akademisi dan pakar jaringan sosial), Dian Noeh Abubakar (Senior VP Weber Shandwick)
Waktu/Tempat: 13.30 – 16.00/Auditorium Ged. Komunikasi FISIP UI
Selasa, 8 Maret 2011
Media Matters:
Presentasi Final Call for Papers: “Youth, Media, and Participation”
Board of Reviewers: Dr. Pinckey Triputra, Dr. Ade Armando, Inaya Rakhmani M.A.
Waktu/Tempat: 09.00 -11.30/Ruang Fanta Lantai 3 Gedung Komunikasi FISIP UI
PR Vaganza:
Seminar Public Relations: “Social Media Relations – Bringing Your Brand to Life”
Pembicara: Ong Hock Chuan (Technical Advisor Maverick PR Consultant), Aurelio Kaunang (Media Relations Manager PT Unilever Tbk.), Magdalena Wenas (Presiden PR Society Indonesia), Devi Rahmawati (Humas Universitas Indonesia)
Waktu/Tempat: 09.00 – 10.30/Auditorium AJB FISIP UI
Pecha Kucha Jakarta X PR Vaganza: “My Workplace, My Web” (bekerjasama dengan Maverick PR)
Pembicara: 12 representatif dari berbagai brand dan konsultan PR terkemuka di Indonesia
Waktu/Tempat: 10.30 – 12.00/Auditorium AJB FISIP UI
Babak Semifinal & Final PR Competition: “Crisis Management – Social Media Disaster”
Juri: Ong Hock Chuan, Muslim Basya (Ketua Umum Perhumas), Henny S.W. (Ketua Bidang Kerjasama Perhumas)
Waktu/Tempat: 13.00 – 18.00/Auditorium AJB FISIP UI
Rabu, 9 Maret 2011
Yournalism:
Seminar Jurnalisme: “Online Journalism: It’s All About Us”
Pembicara: Wicaksono/Ndoro Kakung (Tempo Interaktif), Pandji Pragiwaksono, Pangeran Siahaan (Provocative Proactive)
Waktu/Tempat: 09.00 -12.00/Auditorium Ged. Komunikasi FISIP UI
Workshop Jurnalisme: “How To Make A Right Live Report”
Trainer: Satrio Arismundar (Pendiri AJI), Gustav Aulia (Seputar Indonesia), Rommy Fibri (akademisi UI)
Waktu/Tempat: 13.00 – 16.00/Auditorium Ged. Komunikasi FISIP UI
Keterangan: Biaya Registrasi Rp. 60.000/ terbatas 30 tempat
Kamis, 10 Maret 2011
AdWar:
Seminar Iklan: “Online Media That Rocks!
Pembicara: Tim Publicis Agency (Kampanye Ririn Dumin)
Waktu/Tempat: 10.00 -11.30/Auditorium AJB FISIP UI
Seminar Iklan: “360 of You”
Pembicara: Benakribo & Tika Banget (blogger)
Waktu/Tempat: 12.30 – 14.00
Seminar Iklan: “You Are The Next Lions”
Pembicara: Janoe Arianto (Chairman CP 2010), Febrian Adiputra & Faldi Dwi Wahyudi (Bronze CP 2009 & Finalis Daun Muda 2010)
Waktu/Tempat: 14.30 – 16.00
Workshop Iklan: “Simplify, Simplify, Simplify!”
Trainer: Aji Bekti & Andrea Billy (Lowe)
Waktu/Tempat: 10.00 – 17.00/Auditorium Ged. Komunikasi FISIP UI
Keterangan: Biaya Registrasi di tempat Rp. 30.000/ terbatas 30 tempat
Jumat, 10 Maret 2011
Stadium Generale Media Massa:
Perkembangan Media Massa di Indonesia: Performa Bisnis dan Visi Industri Media Massa Di Dekade Awal Millenium Baru
Pembicara: Hary Tanoesoedibjo (CEO MNC Group), Harris Thajeb (Ketua PPPI), Dr. Ade Armando (Pengamat Media Massa), Maika Randini (AGB Nielsen)*
Waktu/Tempat: 09.00 -12.00/Auditorium Ged. Komunikasi FISIP UI
Keterangan: Registrasi via contact person dan information desk Pekom 2011/terbatas 100 tempat
CP: Dinda (0817815929)
Awarding Night Pekan Komunikasi 2011
Konten acara: performances by Raissa, Karolina, Sempak Terbang, Folkaholic, Komboys 2010, Awarding & Testimonial Pemenang Pekom 2011, Gala Dinner
Waktu/Tempat: 18.30 -21.00/Auditorium AJB FISIP UI
Keterangan: Peserta merupakan undangan panitia
Tuesday, December 14, 2010
Wikileaks Benar atau Salah ?
Hiruk-pikuk kedatangan Presiden Obama ke Indonesia pada november lalu sangat saya rasakan, dimana semua media di Indonesia memberitakan dengan heboh, dan agak berlebihan. Lalu beberapa kegiatan sampai terganggu salah satunya seperti perkuliahan dikampus saya yang diliburkan karena kunjungan beliau. lalu hilang semua berita itu begitu Obama dengan Airforceya meninggalkan Indonesia. Dan yang tetap saya ingat dari kunjungan beliau ke Indonesia adalah kerupuk, the nasi goreng dan "Pulang kampung nih!!" yang disampaikan pada kuliah umum di kampus saya.
Dan sekarang baru heboh kembali Amerika / Obama diberitakan, namun bukan karena kedatangannya, airforcenya, apa lagi kerupuk dan pulang kampungnya. Kali ini Amerika diberitakan cukup negatif dengan munculnya situs wikileaks buatan Assange seorang lelaki Australia berusia 39 tahun yang mengungkap data-data intelejen Amerika terhadap beberapa negara dan komentar-komentar, atau berita-berita yang didapat dari dubes Amerika di beberapa negara tersebut yang disampaikan kepada intelejen Amerika, dan ada juga data-data terkait dengan pengambilan - pengambilan kebijakan Luar Negeri Amerika.
Pihak gedung putih dan negara terkait belakangan sering mengadakan klarifikasi sana-sini, ini karena ketakutan yang luar biasa apabila ini benar terjadi, dan menebar kebencian. Lalu yang jadi permasalahan sekarang adalah, pemilik situ tersebut Assange sedang menjadi topik pembicaraan, sampai mendapat tuduhan ini itu, dari mulai mendapat tuduhan pelecehan seksual, sampai mungkin dijerat dengan hukum dengan tuduhan melakukan kegiatan mata-mata.
Bahkan saya semakin yakin bahwa Amerika akan mencari cara untuk memenjarakan Assange, seperti diberitakan oleh MI.com bahwa Departemen Kehakiman Amerika Serikat dilaporkan tengah mencari cara untuk menjerat Assange atas aksinya membocorkan ratusan ribu kawat rahasia diplomatik AS. Salah satu alat yang digunakan adalah undang-undang spionase tahun 1917.
Pekan ini, Jaksa Agung AS Eric Holder mengatakan para jaksa penuntut tidak hanya mempertimbangkan tuduhan spionase terhadap Assange. Upaya AS menjegal Assange ini sejatinya adalah indikasi atas puncak kebobrokan politik luar negeri AS.
Tuduhan spionase terhadap Assange sangat bertentangan dengan konstitusi Amerika dan membahayakan semua organisasi media di AS. Surat kabar Jerman, Berliner Zeitung, dalam editorialnya selepas Assange menyerahkan diri ke polisi Inggris Selasa (7/12), menuduh 'Negeri Paman Sam' menerapkan standar ganda.
"Reputasi AS kian rusak ketika mereka membungkam WikiLeaks dan pemimpin redaksinya, Julian Assange, dengan segala cara. Dengan demikian, AS mengkhianati salah satu pilar mereka, yaitu kebebasan memperoleh informasi...," tulis editorial itu.
Hmmm, lalu saya menjadi bingung dengan kebebasan berpendapat dan menyampaikan informasi yang selama ini selalu di gembor-gemborkan oleh Amerika atas alasan HAM. Jadi wikileaks itu benar atau salah yah?? ada komentar..... *informasi saja , sekarang sudah ada http://www.indoleaks.org
Wednesday, November 3, 2010
BEM UI Bantu Korban Merapi - kampus.okezone.com
BEM UI Bantu Korban Merapi
Marieska Harya Virdhani - OkezoneIlustrasi: ist.
DEPOK – Tak hanya aktif menyuarakan aspirasi masyarakat dalam unjuk rasa, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga mengirimkan bantuan dan relawan bagi korban letusan Gunung Merapi. Tim relawan terdiri dari BEM fakultas se-UI, dibantu dokter dan anggota Resimen Mahasiswa UI yang tiba di Yogyakarta akhir pekan lalu.
Humas BEM UI Ilham Dwi mengatakan, para relawan akan menjalankan misi bantuan kepada masyarakat di sekitar Gunung Merapi. Ilham menambahkan, tim tersebut juga membawa seluruh bantuan dari civitas akademika UI.
“Tim dipimpin oleh Choky Risda Ramadhan yang juga Wakil Ketua BEM UI. Mereka rencananya akan berada di sana selama empat hari,” kata Ilham kepada okezone, akhir pekan lalu.
Selama di Yogyakarta, kata Ilham, tim yang terdiri dari 11 orang tersebut membawa bantuan logistik, relawan medis, petugas trauma healing, dan tenaga teknis. BEM UI tak sendiri, namun juga akan berkordinasi dengan BEM Universitas Gajah Mada (UGM), dan organisasi Disaster Management Dompet Dhuafa (DD).
Tidak hanya untuk korban letusan Merapi, BEM UI juga mengirimkan bantuan untuk korban Wasior, Papua. Namun karena terhambat jarak, maka BEM UI menitipkan bantuan tersebut melalui organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).
“Di ACT banyak alumni UI menjadi relawan. Untuk bencana Tsunami Mentawai, BEM UI melakukan penggalangan dana yang nantinya akan dititipkan kepada tim relawan dari rektorat UI,” jelas Ilham.(rhs)