Tuesday, June 29, 2010
Liputan Media (Okezone.com) pembuatan jurnal UI untuk Bangsa
JAKARTA - Menyikapi fenomena globalisasi, Departemen Pendidikan dan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2010 mengundang seluruh mahasiswa UI untuk berpartisipasi dalam penyusunan jurnal ilmiah mahasiswa bertajuk UI untuk Bangsa volume 1. Para mahasiswa UI bisa menyumbangkan gagasan dan solusi menghadapi tantangan global sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.
Labels: JUST TALK
Berita (Okezone.com) 29 juni 2010
Wednesday, May 12, 2010
Liputan Media (primaironline) Aksi 12 Mei 2010 (BEM UI Bakar Kembali Semangat Reformasi)
12 Mei 2010 | 14:37 | Politik |
Ilma Hairinasari
Demo BEM UI (Ilma/Primair)
Menurut Ketua BEM UI, Imaduddin agenda reformasi yang berjalan selama lebih satu dasawarsa dinilai masih belum menyentuh persoalan-persoalan substansial yang menyentuh langsung kepada rakyat.
Sehingga, ia mengatakan untuk menekankan tiga aspek yang harus segera diperhatikan secara seksama, pasalnya begitu penting untuk kebutuhan rakyat.
"Tiga aspek tersebut yang menjadi hal bagi kami untuk segera dilaksanakan, " ujar Imaduddin saat ditemui di sela-sela aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu(12/5).
Pertama, BEM UI meminta pemerintah memperjelas status payung hukum seluruh perguruan tinggi, pemerataan pendidikan bagi daerah tertinggal, peningkatan anggaran pendidikan yang berorientasi pada perbaikan kualitas bagi peserta didik dan meminta pelaksanaan ujian nasional sebagai pemetaan pemerataan pendidikan bukan standar kelulusan.
Kedua, adanya transparansi penyelesaian kasus Bank Century dan penguatan kembali fungsi Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK).
Dan terakhir perlu penguatan ekonomi kecil, Usaha Kecil dan Menengah serta penguatan industri lokal.
(feb)
http://www.primaironline.com/berita/politik/peringati-12-tahun-reformasi-bem-ui-minta-penyelesaian-century
Liputan Media (Tempo Interaktif) Aksi 12 Mei 2010 (BEM UI Bakar Kembali Semangat Reformasi)
Mahasiswa UI Tuntut Reformasi dalam Tiga Masalah Penting
Rabu, 12 Mei 2010 | 16:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi gerbang Gedung MPR, Jakarta sore ini. Mereka datang sambil menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Menurut Ketua BEM UI Immaduddin, aksi ini dilakukan untuk mengingatkan kembali bahwa reformasi '98 bukan hanya menuntut perubahan di bidang politik dan tata pemerintahan melainkan juga bidang sosial, ekonomi, dan budaya. "Kami ingin membakar lagi semangat reformasi. Selama 12 tahun reformasi tidak menyentuh masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan," kata dia kepada Tempo, Rabu (12/5).
Dari segi pendidikan, dia menilai belum ada payung hukum bagi perguruan tinggi negeri semenjak dihapuskannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan. Hal ini, lanjut dia, membuat status pendidikan tinggi di Indonesia menjadi tidak jelas. "Karena itu kami meminta pemerintah segera membuatkan payung hukum bagi pendidikan tinggi," kata dia.
Beberapa hal lain terkait pendidikan yang juga menjadi perhatian BEM UI adalah Ujian Nasional yang sebaiknya menjadi pemetaan, pemerataan pendidikan bagi daerah tertinggal, dan peningkatan anggaran pendidikan yang berorientasi pada perbaikan kualitas peserta didik.
Imaduddin melanjutkan, dari segi ekonomi saat ini pemerintah belum melakukan penguatan terhadap industri dalam negeri. Hal ini diperlukan karena Indonesia telah tergabung ke dalam perdagangan bebas ASEAN-Cina. "Cina saja telah menguatkan perekonomiannya sebelum masuk CAFTA. Indonesia seharusnya juga begitu," kata dia.
Dari segi hukum, dia meminta agar kasus Bank Century diselesaikan secara transparan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Dia juga meminta pemerintah menguatkan lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian. "Pemerintah harus menyelesaikan Century, jangan dibiarkan pengusutan di DPR yang memakan anggaran itu tidak selesai."
Menurut dia, BEM UI akan membubarkan diri usai aksi di Gedung DPR. Sebelumnya mereka telah melakukan aksi serupa di depan Istana Negara. "Kami memilih Istana dan Gedung MPR sebagai dua lembaga yang mewakili eksekutif dan legislatif. Setelah ini kita akan membubarkan diri," kata dia.
BEM UI, kata Immaduddin akan menggelar aksi yang lebih besar pada 16 Agustus nanti, saat Pemerintah memberikan laporan tahunannya. Aksi ini rencananya akan diikuti oleh ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia.
ANTON WILLIAM
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/05/12/brk,20100512-247514,id.html
Dari segi pendidikan, dia menilai belum ada payung hukum bagi perguruan tinggi negeri semenjak dihapuskannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan. Hal ini, lanjut dia, membuat status pendidikan tinggi di Indonesia menjadi tidak jelas. "Karena itu kami meminta pemerintah segera membuatkan payung hukum bagi pendidikan tinggi," kata dia.
Beberapa hal lain terkait pendidikan yang juga menjadi perhatian BEM UI adalah Ujian Nasional yang sebaiknya menjadi pemetaan, pemerataan pendidikan bagi daerah tertinggal, dan peningkatan anggaran pendidikan yang berorientasi pada perbaikan kualitas peserta didik.
Imaduddin melanjutkan, dari segi ekonomi saat ini pemerintah belum melakukan penguatan terhadap industri dalam negeri. Hal ini diperlukan karena Indonesia telah tergabung ke dalam perdagangan bebas ASEAN-Cina. "Cina saja telah menguatkan perekonomiannya sebelum masuk CAFTA. Indonesia seharusnya juga begitu," kata dia.
Dari segi hukum, dia meminta agar kasus Bank Century diselesaikan secara transparan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Dia juga meminta pemerintah menguatkan lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian. "Pemerintah harus menyelesaikan Century, jangan dibiarkan pengusutan di DPR yang memakan anggaran itu tidak selesai."
Menurut dia, BEM UI akan membubarkan diri usai aksi di Gedung DPR. Sebelumnya mereka telah melakukan aksi serupa di depan Istana Negara. "Kami memilih Istana dan Gedung MPR sebagai dua lembaga yang mewakili eksekutif dan legislatif. Setelah ini kita akan membubarkan diri," kata dia.
BEM UI, kata Immaduddin akan menggelar aksi yang lebih besar pada 16 Agustus nanti, saat Pemerintah memberikan laporan tahunannya. Aksi ini rencananya akan diikuti oleh ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia.
ANTON WILLIAM
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/05/12/brk,20100512-247514,id.html
Liputan Media (Tempo) Aksi 12 Mei 2010 (BEM UI Bakar Kembali Semangat Reformasi)
Peringati 12 Tahun Reformasi, BEM UI Demo di Gedung DPR
Rabu, 12 Mei 2010 | 11:07 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor -Memperingati 12 tahun reformasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersiap menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR dan Istana Negara hari ini. Ketua BEM UI Imaduddin menjelaskan ada tiga poin yang akan diusung dalam aksi ini. "Kami membawa tuntutan di tiga bidang, pendidikan, ekonomi, dan hukum," kata Imaduddin kepada Tempo di Kompleks Universitas Indonesia, Depok, hari ini.
Di bidang pendidikan, mahasiswa menutut kejelasan status hukum badan perguruan tinggi negeri, ujian nasinal jangan lagi menjadi stadar kelulusan, dan pemerataan sekolah di daerah-daerah tertinggal.
Pada bidang ekonomi, mahasiswa ingin pemerintah melindungi Usaha Kecil Menengah (UKM), penguatan industri dalam negeri, dan pemerataan tingkat ekonomi. Sedangkan di bidang hukum, mahasiswa menuntut penyelesaian kasus century, penegakan supremasi hukum, dan pemberantasan mafia hukum.
Rombongan BEM berangkat dari bundaran Psikologi UI menuju Jakarta dengan menggunakan bis. "Jumlah massa seratus orang," kata Imaduddin. Ia mengatakan aksi ini murni inisiatif BEM UI dan bukan aksi gabungan dengan BEM universitas lain.
TIA HAPSARI
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/05/12/brk,20100512-247382,id.html
Labels: JUST TALK
Berita (tempo) aksi 12 Mei 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)