Sabtu 30 oktober 2010, tim relawan Universitas Indonesia yang terdiri dari BEM se-UI, dibantu dengan dokter dan anggota Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia telah tiba di Yogyakarta untuk menjalankan misi bantuan kepada masyarakat sekitar gunung Merapi. Tim ini membawa seluruh bantuan dari civitas academica Universitas Indonesia.
Tim yang dipimpin oleh Choky Risda Ramadhan (Wakil Ketua BEM UI) ini rencananya akan berada disana selama 4 hari. Selama di Yogyakarta tim yang terdiri dari 11 orang ini membawa bantuan logistic, sumber daya manusia (SDM) medis, trauma healing dan teknis. Selama di Yogyakarta tim ini akan berkordinasi dengan BEM Universitas Gajah Mada dan Dompet Duafa.
Tidak hanya untuk korban letusan gunung merapa saja, BEM UI juga mengirimkan bantuan untuk saudara kita di Wasior Papua, namun karena terhambat jarak, maka Bem UI menitipkan bantuan waktu itu lewat ACT (Aksi Cepat Tanggap) karena di ACT banyak alumni UI menjadi Relawan.
Demikian halnya untuk bencana Tsunami Mantawai, Bem UI melakukan penggalangan dana yang nantinya akan dititipkan kepada tim relawan dari rektorat UI.
Seluruh bantuan ini semata mata adalah bentuk nyata peran mahasiswa yang sangat peduli terhadap kondisi masayarakat Indonesia, dan harapanya bantuan ini bukan hanya sampai di tangan para korban, namun benar-benar dapat bermanfaat bagi para korban.
Humas BEM UI
Ilham Dwi K
Saturday, October 30, 2010
Monday, October 25, 2010
Artikel : Perfeksionis yang tidak selalu perfect
Artikel : Perfeksionis yang tidak selalu perfect
Apakah itu Perfeksionis ?, sering kita dengar bahkan dekat dengan telinga, Ya istilah ini boleh dikatakan suatu sifat atau problem kejiwaan dalam diri pribadi manusia yang hampir selalu memiliki kesempurnaan. Bagi Anda yang memiliki sifat atau perilaku perfeksionis, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang mungkin belum banyak anda maupun orang ketahui. Berikut ciri-ciri orang perfeksionis :
Bukan jelek atau buruk sementara jika ada kontrol pribadi bisa membuat menjadi semakin baik dan cantik. Improvisasi dan sentuhan terencana akan membentuk pribadi perfeksionis bukan hanya terlihat perfect tetapi bisa jadi memang diakui sebagai perfek dan penilaian ini dilakukan oleh orang lain yang telah membuktikan keperfeksionisan anda dengan melihat dari banyak sisi kenyataan.
Semoga bermanfaat buat anda, saya, dan kita semua
Apakah itu Perfeksionis ?, sering kita dengar bahkan dekat dengan telinga, Ya istilah ini boleh dikatakan suatu sifat atau problem kejiwaan dalam diri pribadi manusia yang hampir selalu memiliki kesempurnaan. Bagi Anda yang memiliki sifat atau perilaku perfeksionis, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang mungkin belum banyak anda maupun orang ketahui. Berikut ciri-ciri orang perfeksionis :
- Selalu bekerja dengan sepenuh hati dan totalitas
- Berambisi untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan
- Cenderung memaksakan diri untuk melakukan segalanya, walaupun sebenarnya sudah di luar batas kemampuan pribadinya
- Mudah sekali kecewa, jika ada satu atau sedikit kekurangan saja, yang walaupun di mata orang lain biasa saja dan wajar penilaiannya
- Cenderung sulit untuk rela mendelegasikan tugas atau pekerjaannya kepada orang lain
- Cenderung tidak mudah percaya atau terkadang meremehkan kemampuan orang lain
- Mudah emosi dan sering egois
- Kontrol logika dengan impian sering berlomba, menang logika atau impian
Sifat perfeksionis tidak selalu mengerjakan semuanya dengan sempurna dan juga bukanlah hal yang jelek,
namun mungkin bisa sedikit dikurangi atau dikontrol agar tidak sampai merugikan orang lain. Untuk mengontrol sifat perfeksionis, jikapun ada rencana mengontrolnya ... mungkin anda dapat melakukan hal berikut ini:
namun mungkin bisa sedikit dikurangi atau dikontrol agar tidak sampai merugikan orang lain. Untuk mengontrol sifat perfeksionis, jikapun ada rencana mengontrolnya ... mungkin anda dapat melakukan hal berikut ini:
- Refreshing dan lebih santai sehingga setiap masalah tidak selalu harus dihadapi dengan serius dan bermuka tegang. Anda bisa berbagi dengan kawan atau bersenda gurau, melontarkan humor ringan ketika bergaul dengan orang lain. Atau jika Anda masih terbilang orang sibuk, Anda dapat sedikit bersantai dengan membaca buku humor atau film lucu. Atau mungkin Anda dapat pergi ke luar kota, atau mengikuti kegiatan lainnya di luar rumah tentunya bersifat relaks.
- Anda juga dapat bergabung dengan organisasi, perkumpulan anak muda, atau kelompok arisan, dan sebagainya untuk belajar mengenai pembagian kerja dalam kelompok, tugas antar individu dalam satu tim, agar nantinya Anda tidak mudah untuk meremehkan kemampuan orang lain. Anda dapat mulai belajar untuk mempercayai kemampuan seseorang untuk membantu Anda, seperti meyakini kemampuan Anda.
- Bersikap terbuka, baik saran atau kritikan, dan nasihat serta solusi yang baik dan tentunya yang membangun atau merubah ke yang lebih baik. Jadikanlah saran dan kritik untuk membangun dan sebagai acuan produktivitas dan semangat kerja Anda, bukan sebagai alasan untuk merendahkan anda atau bahkan berpikiran memojokan anda.
Seseorang yang perfeksionis, cenderung untuk menginginkan semuanya berjalan sempurna dan untuk itu mereka harus melakukannya sendiri, dan akan terus berusaha hingga membuatnya tampak sempurna baginya, walaupun menurut orang lain, sudah baik dan masih dalam kondisi yang wajar. secara prinsip dan logis Untuk itu, diperlukan usaha yang berkelanjutan agar Anda dapat mengubah sedikit demi sedikit kepribadian perfeksionis, menjadi lebih baik.
Bukan jelek atau buruk sementara jika ada kontrol pribadi bisa membuat menjadi semakin baik dan cantik. Improvisasi dan sentuhan terencana akan membentuk pribadi perfeksionis bukan hanya terlihat perfect tetapi bisa jadi memang diakui sebagai perfek dan penilaian ini dilakukan oleh orang lain yang telah membuktikan keperfeksionisan anda dengan melihat dari banyak sisi kenyataan.
Semoga bermanfaat buat anda, saya, dan kita semua
Monday, September 6, 2010
BEM UI Protes Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR - kampus.okezone.com
BEM UI Protes Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR - kampus.okezone.com
BEM UI Protes Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR
Marieska Harya Virdhani - Okezone
Senin, 6 September 2010 - 12:15 wib
Ilustrasi: ist.
DEPOK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menolak rencana pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang akan menghabiskan anggaran hingga Rp1,6 triliun. Protes mahasiswa disampaikan melalui aksi unjuk rasa dan bakti sosial di depan pagar Gedung DPR sebagai sebuah teguran moral untuk anggota DPR.
Humas BEM UI Ilham Dwi mengatakan, DPR berdalih merencanakan sebuah proyek revitalisasi infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan personal. Ilham menambahkan, sesuai data Biro Pusat Statistik 2009, lebih dari separuh rakyat Indonesia hidup dengan penghasilan kurang dari USD2 setiap hari.
“Para wakil rakyat justru ingin membangun gedung baru dengan nilai Rp1,6 triliun lengkap dengan segenap fasilitas sosialnya, mulai dari spa hingga kolam renang. Berdasarkan konstruksi RAPBN 2010, nilai ini setara dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) bagi sedikitnya 8,9 juta orang atau satu juta ton beras miskin,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/9/2010).
Ilham menegaskan hal ini menunjukkan secara gamblang terjadinya pengkhianatan kepada amanah, harapan, dan impian rakyat yang tertaut pada para legislator sebagai representasi kepentingan rakyat. Berdasarkan pemahaman tersebut, BEM UI secara tegas menolak rencana pembangunan gedung baru DPR.
“Kami menuntut realokasi anggaran pembangunannya bagi pos-pos anggaran yang berkorelasi dengan akselerasi kesejahteraan rakyat miskin,” tegasnya.
Selain menyampaikan orasi, mahasiswa juga membagikan sejumlah sembako kepada masyarakat sekitar gedung DPR. Hal itu sebagai simbol bahwa masih banyak rakyat miskin yang membutuhkan bantuan.(rhs)
BEM UI Protes Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR
Marieska Harya Virdhani - Okezone
Senin, 6 September 2010 - 12:15 wib
Ilustrasi: ist.
DEPOK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menolak rencana pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang akan menghabiskan anggaran hingga Rp1,6 triliun. Protes mahasiswa disampaikan melalui aksi unjuk rasa dan bakti sosial di depan pagar Gedung DPR sebagai sebuah teguran moral untuk anggota DPR.
Humas BEM UI Ilham Dwi mengatakan, DPR berdalih merencanakan sebuah proyek revitalisasi infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan personal. Ilham menambahkan, sesuai data Biro Pusat Statistik 2009, lebih dari separuh rakyat Indonesia hidup dengan penghasilan kurang dari USD2 setiap hari.
“Para wakil rakyat justru ingin membangun gedung baru dengan nilai Rp1,6 triliun lengkap dengan segenap fasilitas sosialnya, mulai dari spa hingga kolam renang. Berdasarkan konstruksi RAPBN 2010, nilai ini setara dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) bagi sedikitnya 8,9 juta orang atau satu juta ton beras miskin,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/9/2010).
Ilham menegaskan hal ini menunjukkan secara gamblang terjadinya pengkhianatan kepada amanah, harapan, dan impian rakyat yang tertaut pada para legislator sebagai representasi kepentingan rakyat. Berdasarkan pemahaman tersebut, BEM UI secara tegas menolak rencana pembangunan gedung baru DPR.
“Kami menuntut realokasi anggaran pembangunannya bagi pos-pos anggaran yang berkorelasi dengan akselerasi kesejahteraan rakyat miskin,” tegasnya.
Selain menyampaikan orasi, mahasiswa juga membagikan sejumlah sembako kepada masyarakat sekitar gedung DPR. Hal itu sebagai simbol bahwa masih banyak rakyat miskin yang membutuhkan bantuan.(rhs)
release BEM UI mengadakan aksi Sosial (Penolakan Pembangunan Gd. DPR)
Siaran pers 6 September 2010
Aksi Sosial BEM UI: Sebuah Teguran Moral untuk Anggota DPR
"Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan."-Pramoedya Ananta Toer.
Dalam keruwetan Indonesia hari ini yang dipenuhi oleh rintihan lapar anak bangsanya, anggota Dewan “yang katanya” Perwakilan Rakyat (DPR) merencanakan sebuah proyek revitalisasi infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan personal.
Kala rakyat Indonesia, lebih dari separuhnya hidup dengan kurang dari USD $2 setiap hari (Data Biro Pusat Statistik tahun 2009), para wakil rakyat justru ingin membangun gedung baru dengan nilai 1,6 triliun lengkap dengan segenap fasilitas sosialnya mulai dari spa hingga kolam renang. Nilai ini setara dengan-berdasarkan konstruksi RAPBN 2010- JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat) bagi sedikitnya 8,9 juta orang atau 1.000.000 ton beras miskin.
Ini menunjukkan secara gamblang terjadinya pengkhianatan kepada amanah, harapan dan impian rakyat yang tertaut pada para anggota DPR sebagai representator kepentingan rakyat.
Berdasarkan pemahaman tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI) secara tegas menolak rencana pembangunan gedung baru DPR dan menuntut realokasi anggaran pembangunannya bagi pos-pos anggaran yang berkorelasi dengan akselerasi kesejahteraan rakyat miskin.
Dan kami membagikan sejumlah sembako (bakti sosial) kepada masyarakat sekitar gedung DPR sebagai simbol bahwasannya masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan.
HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT TERTINDAS INDONESIA!
Humas BEM UI:
Ilham Dwi (085697226883)
Aksi Sosial BEM UI: Sebuah Teguran Moral untuk Anggota DPR
"Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan."-Pramoedya Ananta Toer.
Dalam keruwetan Indonesia hari ini yang dipenuhi oleh rintihan lapar anak bangsanya, anggota Dewan “yang katanya” Perwakilan Rakyat (DPR) merencanakan sebuah proyek revitalisasi infrastruktur yang berorientasi pada kepentingan personal.
Kala rakyat Indonesia, lebih dari separuhnya hidup dengan kurang dari USD $2 setiap hari (Data Biro Pusat Statistik tahun 2009), para wakil rakyat justru ingin membangun gedung baru dengan nilai 1,6 triliun lengkap dengan segenap fasilitas sosialnya mulai dari spa hingga kolam renang. Nilai ini setara dengan-berdasarkan konstruksi RAPBN 2010- JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat) bagi sedikitnya 8,9 juta orang atau 1.000.000 ton beras miskin.
Ini menunjukkan secara gamblang terjadinya pengkhianatan kepada amanah, harapan dan impian rakyat yang tertaut pada para anggota DPR sebagai representator kepentingan rakyat.
Berdasarkan pemahaman tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI) secara tegas menolak rencana pembangunan gedung baru DPR dan menuntut realokasi anggaran pembangunannya bagi pos-pos anggaran yang berkorelasi dengan akselerasi kesejahteraan rakyat miskin.
Dan kami membagikan sejumlah sembako (bakti sosial) kepada masyarakat sekitar gedung DPR sebagai simbol bahwasannya masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan.
HIDUP MAHASISWA!
HIDUP RAKYAT TERTINDAS INDONESIA!
Humas BEM UI:
Ilham Dwi (085697226883)
Labels: JUST TALK
press release 6 september 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)